Rabu, 04 Mei 2011

Arti Kehidupan

Arti Kehidupan

Sebuah Perenenungan

Seorang Ayah dalam sebuah keluarga. Ia adalah seorang pekerja keras yang mencukupi seluruh kebutuhan hidup bagi istri dan ketiga anaknya. Ia menghabiskan malam-malam sesudah bekerja dengan menghadiri kursus-kursus, untuk mengembangkan dirinya dengan harapan suatu hari nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan dan gaji yang lebih baik.

Kecuali hari Minggu, sang Ayah sangat susah untuk makan bersama keluarganya. Dia bekerja dan belajar sangat keras karena dia ingin menyediakan kerluarganya apa saja yang bisa dibeli dengan uang.

Setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak punya cukup waktu dengan mereka, dia selalu beralasan bahwa semuanya ini dilakukan untuk mereka. Tetapi dia sendiri juga sangat berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Suatu hari tibalah saatnya hasil ujian diumumkan. Sang Ayah lulus dengan prestasi gemilang! Segera sesudah itu, dia mendapat tawaran posisi yang baik sebagai Senior Supervisor dengan gaji yang menarik. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, sekarang Sang Ayah mampu memberikan keluarganya kehidupan yang lebih mewah, pakaian yang indah, makanan enak dan  juga liburan ke luar negri.

Namun, keluarganya masih saja tidak bisa bertemu dengan Sang Ayah hampir dalam seluruh minggu. Dia terus bekerja keras, dengan harapan bisa dipromosikan ke jabatan manager. Untuk membuat dirinya sebagai calon yang cocok dengan jabatan itu, dia melanjutkan pendidikannya di Universitas Terbuka.

Lagi, setiap saat keluarganya mengeluh kalau sang Ayah tidak menghabiskan cukup waktu untuk mereka, dia beralasan bahwa dia melakukan semua ini demi mereka. Tetapi, seringkali pula dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan keluarganya.

Kerja keras Sang Ayah berhasil dan dia dipromosikan. Dengan penuh sukacita, dia memutuskan untuk memperkerjakan seorang pembantu untuk membebaskan istrinya dari tugas-tugas rutin. Dia juga merasa kalau flat dengan tiga kamar sudah tidak cukup besar lagi, akan sangat baik jika keluarganya bisa menikmati fasilitas dan kenyamanan sebuah kondominium.

Setelah merasakan jerih payah kerja kerasnya selama ini, Sang Ayah memutuskan untuk lebih jauh lagi belajar dan bekerja supaya bisa dipromosikan lagi. Keluarganya makin tidak bisa sering bertemu dengan dia. Kadang-kadang Sang Ayah harus bekerja di hari Minggu untuk menemani tamu-tamunya.

Seperti yang diharapkan, kerja keras Sang Ayah berhasil lagi dan dia membeli sebuah kondominium indah yang menghadap ke pantai Singapura. Pada malam pertama di rumah baru mereka, Sang Ayah mengatakan kepada keluarganya bahwa dia memutuskan utnuk tidak mau mengambil kursus dan mengejar promosi lagi. Sejak saat itu dia ingin memberikan lebih banyak waktu lagi untuk keluarganya.

Namun, sang Ayah tidak bangun lagi keesokan harinya....

Apakah anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja?

Minggu, 01 Mei 2011

Jangan Tunda Berbuat Baik

Jangan Tunda Berbuat Baik


Allen Falby, seorang polisi patroli jalan raya di El Paso County, pertama kali bertemu dengan Alfred Smith yang pengusaha pada suatu malam bulan Juni, ketika Falby  mengalami kecelakaan sepeda motor.

Ketika itu ia sedang melaju cepat untuk mendahului sebuah truk yang sedang ngebut. Tapi truk itu tiba-tiba mengurangi kecepatan, karena hendak berbelok. Falby, yang tidak menyadari bahwa truk itu sudah lebih pelan, menabrak bagian belakang truk dengan keras. Tabrakan itu menghancurkan sepeda motornya dan hampir mengakibatkan salah satu kaki Falby putus. Sementara ia tergeletak kesakitan di tepi jalan, darah mulai menggenang di bawah kakinya yang luka parah. Salah satu pembuluh arteri di kakinya pecah dan ia mengalami pendarahan yang bisa mengakibatkan kematian.

Pada saat Smith sedang mengendarai mobilnya untuk pulang, melihat kecelakan itu. Ia sangat terperanjat, tapi tetap waspada. Ia langsung keluar dari mobilnya dan membungkuk di atas laki-laki yang terluka parah itu, hampir-hampir sebelum bunyi tabrakan tersebut lenyap dalam udara malam.

Smith bukan dokter, tapi ia tahu apa yang mesti dilakukan untuk menolong polisi sekarat itu. Smith melepaskan dasinya, lalu dengan cepat mengikatkannya di kaki Falby menjadi torniket. Usahanya berhasil. Perdarahan Falby berkurang, lalu berhenti sama sekali. Ketika ambulans datang beberapa menit kemudian, Smith baru mengetahui bahwa ia telah menyelamatkan nyawa Falby.

Lima tahun kemudian, menjelang Hari Natal, Falby sedang patroli malam di jalan raya ketika ia mendapat panggilan radio dari markas besarnya untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi di sepanjang U.S.80. Sebuah mobil menabrak pohon. Laki-laki yang mengemudikannya luka parah.

Ambulans sedang dalam perjalanan. Falby tiba di lokasi kecelakaan sebelum ambulans datang. Ia menerobos melewati kerumunan orang yang ketakutan, dan menemukan laki-laki yang terluka itu tergeletak pingsan di kursi mobil yang robek.

Kaki celana laki-laki itu basah dan lengket oleh darah. Salah satu pembuluh darah utamanya putus dan ia mengalami perdarahan berat. Falby, yang sudah terlatih melakukan pertolongan pertama, dengan cepat membuat torniket di atas pembuluh darah yang putus itu. Setelah perdarahan berhenti, Ia menarik alki-laki itu dari mobil dan membaringkan di tanah, agar lebih nyaman.

Baru, pada saat itulah Falby mengenali si korban. Ia adalah Alfred Smith, laki-laki yang pernah menyelamatkan Falby lima tahun lalu. Sekali lagi mereka bertemu dan kedua pertemuan itu memiliki tujuan yang sama : keduanya saling menyelamatkan yang lain dengan cara yang persis sama.

Kepada Doug Storer dari National Tarrler yang pertama melaporkan peristiwa tersebut, Falby berkata: "Yah, bisa dikatakan bahwa satu torniket yang bagus pantas dibayar dengan torniket yang sama bagusnya."

Dikutip dari "Small Miracles"
Saat melewati seseorang yang membutuhkan pertolongan, seringkali kita berpikir, "Aku sedang sibuk. Biar orang lain saja yang berhenti. Toh tidak harus aku."Tapi bagaimana bila orang yang membutuhkan pertolongan itu adalah ANDA SENDIRI? Hanya saja pada saat itu Anda belum mengetahuinya dengan jelas?